FILKOM UMU BUTON – Dalam upaya memperkuat mutu akademik serta mematangkan langkah menuju terakreditasi di Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) menyelenggarakan rapat kerja strategis bertajuk “Pembahasan Dokumen Administrasi, Manajemen, dan Tatakelola Persiapan Akreditasi FILKOM di LAM INFOKOM” pada Rabu (22/07/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat di Ballroom Al-Munawwara ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kepulauan Buton (Yapik Buton), Drs. H. Ibrahim Marsela, beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) FILKOM.
Kegiatan diawali dengan pengarahan mendalam dari Ketua Yapik Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, yang menegaskan komitmen penuh pihak yayasan dalam mendukung seluruh kelengkapan instrumen akreditasi, termasuk dalam alokasi dan pemenuhan anggaran pembiayaan yang dibutuhkan. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa perapian dokumen administrasi dan penyediaan aspek finansial yang solid bukan sekadar pemenuhan formalitas, melainkan bentuk investasi strategis dan tanggung jawab moral institusi dalam menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, serta berdaya saing tinggi.
Memasuki agenda inti, rapat kerja difokuskan pada pembedahan dokumen tata kelola serta simulasi pemenuhan matriks penilaian LAM INFOKOM. Tim akreditasi menginventarisasi dan merapikan aspek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) beserta keabsahan legalitasnya, mulai dari struktur organisasi, personalia penanggung jawab SPMI, akte legalitas, hingga akte dokumen kebijakan mutu. Perangkat operasional penjaminan mutu juga diperiksa secara terperinci, mencakup ketersediaan Manual SPMI, dokumen Standar Mutu, Formulir pendukung, serta kelengkapan laporan berkala seperti Laporan Audit Mutu Internal (AMI), Laporan Rencana Tindak Lanjut (RTL), hingga Laporan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Selain dokumen penjaminan mutu, pembahasan dilanjutkan dengan analisis mendalam terhadap indikator-indikator krusial dalam matriks penilaian akreditasi. Peserta rapat meninjau relevansi pendidikan melalui penyesuaian kurikulum Prodi Sistem dan Teknologi Informasi agar selaras dengan standar LAM INFOKOM dan kebutuhan industri. Sektor penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) juga diselaraskan dengan bobot skor matriks penilaian, di mana disepakati bahwa hasil riset dosen harus dimanfaatkan untuk pengayaan bahan ajar dan pengembangan prodi, serta kegiatan PKM harus terukur sejauh mana dampaknya bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Sesi diskusi teknis juga membedah secara khusus pengelolaan dan keberlanjutan pembiayaan prodi serta penjaminan akuntabilitas tata kelola kepada pihak internal. Pihak fakultas dan yayasan memetakan kecukupan serta efisiensi alokasi dana operasional, investasi sarana-prasarana laboratorium IT, serta pengembangan SDM dosen guna memenuhi ambang batas nilai pembiayaan pada instrumen akreditasi. Diskusi ditutup dengan penegasan diferensiasi misi sebagai keunggulan pembeda Prodi STI FILKOM serta finalisasi penyusunan dokumen suplemen pendukung sesuai panduan instrumen LAM INFOKOM terbaru.
Melalui pembahasan komprehensif ini, sinergi antara Yayasan Yapik Buton, pimpinan fakultas, dosen, dan staf pegawai Prodi Sistem dan Teknologi Informasi FILKOM kian solid. Dengan pemahaman yang matang terhadap matriks penilaian serta kesiapan dokumen dan alokasi pembiayaan yang terencana, FILKOM optimistis mampu meraih hasil akreditasi maksimal di LAM INFOKOM demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi komputer di wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.
(Penulis/Editor: Tim Humas Web FILKOM)



